Tidak ada gading yang tak retak. Ada keberhasilan dan ada kegagalan. Hanya lebih berat mana keduanya. Bagi sebagian orang yang melek informasi dan care terhadap perpolitikan bangsa, akan tahu sepak terjang Soeharto sehingga ada pertimbangan untuk menilai bagaimana Soeharto. tapi bagi orang kecil yang hanya baru sempat memikirkan sandang, pangan dan papan, masa orde baru dibanding sekarang dilihat lebih tertib, aman dan tidak nelongso dalam mencari pangan.
Pelanggaran HAM, Korupsi dan lanin sebagainya juga tidak bisa dipungkiri menjadi noda hitam masa pemerintahannya. Tapi jika tidak ada pengadilan atas namanya bagaimana kita mencap salah tidaknya Soeharto secara hukum. Paling berhenti sekedar wacana, diskursus dan obrolan warung kopi.
Soal memaafkan...adalah masalah hati dan keiklasan, masalah sosial kemasyarakatan. Tapi pengadilan harus ditegakkan demi hukum. BTW sekarang Soeharto sudah tiada, tanpa melalui proses pengadilan yang mengakhiri...bagaimana kita menilai dia ? Tentu hanya berdasar pengetahuan kita yang terbatas...
Menilai ? Ariflah !
Sophie Sep 02, 2010
Pelanggaran HAM, Korupsi dan lanin sebagainya juga tidak bisa dipungkiri menjadi noda hitam masa pemerintahannya. Tapi jika tidak ada pengadilan atas namanya bagaimana kita mencap salah tidaknya Soeharto secara hukum. Paling berhenti sekedar wacana, diskursus dan obrolan warung kopi.
Soal memaafkan...adalah masalah hati dan keiklasan, masalah sosial kemasyarakatan. Tapi pengadilan harus ditegakkan demi hukum. BTW sekarang Soeharto sudah tiada, tanpa melalui proses pengadilan yang mengakhiri...bagaimana kita menilai dia ? Tentu hanya berdasar pengetahuan kita yang terbatas...